Upaya Startup Bertahan Hidup di Masa Pandemi

oleh : Irene Vellys Flensyani

Pandemi COVID-19 menimbulkan banyak dampak serius, salah satunya dalam dunia bisnis. Pada awal tahun 2020 saat COVID-19 masuk ke Indonesia, startup diprediksi akan kehilangan potensi investasi senilai Rp 463 triliun dikarenakan investor memilih untuk bermain aman dengan mengamati sembari menunggu waktu ditengah pandemi.

Genome, perusahaan yang bergerak di bidang riset menilai sejumlah startup akan terkena dampak yang signifikan sebab umumnya perputaran pendanaan startup dilakukan dalam rentang waktu tiga hingga enam bulan. Kurangnya pendanaan dari modal ventura selama enam bulan dapat mempengaruhi performa startup dan juga akan menekan daya beli konsumen.

Ketua Asosiasi Modal Ventura Indonesia (Amvesindo), Jefri Sirait menyatakan bahwa investasi-investasi yang masih perlu dipertimbangkan akan mengalami penundaan. Adapun investasi yang dipertimbangkan adalah yang terdampak pandemi secara signifikan sementara startup yang mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan penyebaran COVID-19 masih berpotensi untuk mendapatkan pendanaan.

Situasi seperti ini tentunya membuat keuangan perusahaan tidak stabil sehingga membuat beberapa startup terpaksa menutup layanannya. Adapun startup di Indonesia yang terpaksa harus ditutup adalah Sorabel, Eatsy, Hooq, Stoqo dan Airy Rooms. Meskipun layanan Video on Demand (VoD), aplikasi pemesanan makanan, platform e-commerce tetap diminati selama pandemi, nyatanya beberapa startup yang bergerak di bidang tersebut tak mampu bertahan. Menurut Ketua Amvesindo, startup yang menutup layanannya padahal tengah diminati, kemungkinan disebabkan karena kalah dalam berkompetisi. Terlebih, pandemi membuat daya beli masyarakat menurun sehingga konsumen cenderung memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Tidak semua startup dapat menuai hasil sesuai yang diinginkan di tengah tantangan pandemi seperti saat ini, untuk itu para penggiat startup harus memutar otak dan mencari strategi baru yang kiranya cocok untuk diimplementasikan pada bisnisnya. Berikut 5 tips strategi yang dapat diterapkan oleh startup untuk bertahan di masa pandemi:

  • Perhatikan relevansi bisnis.

Sediakan barang/jasa yang kiranya memang dibutuhkan saat pandemi. Bila mengubah ranah bisnis dirasa terlalu berat, anda dapat menambahkan produk/jasa tambahan yang dapat menarik minat konsumen.

  • Ubah mindset “unicorn” menjadi “unta”

Unta merupakan hewan yang dapat bertahan di iklim yang ekstrim maka dari itu startup perlu memiliki mental baja. Jika belum ada investor yang datang, anda dapat mulai bertahan dengan mengoptimalkan manajemen keuangan.

  • Perlakukan investor sebagai bagian dari tim

Banyak startup memperlakukan investor bukan sebagai bagian dari tim. Padahal seharusnya anda harus menjelaskan secara gamblang bagaimana tantangan pandemi ini berpengaruh pada bisnis anda dan membuat rancangan konsep untuk dapat bertahan hidup selama pandemi.

  • Bangun advisory board

Advisory board adalah sebutan untuk pendamping pemilik startup. Agar bisa bertahan hidup, bangunlah relasi yang baik dengan Advisory Board sebab merekalah orang-orang berpengalaman dengan skill yang memadai dan mampu mengembangkan bisnis.

  • Berkolaborasi dengan investor menggunakan sistem SAFE

SAFE (The Simple Agreement for Future Equity) merupakan sistem investasi yang berupa kesepakatan bagi hasil antara investor dengan startup dalam jangka waktu tertentu.

Sumber :

https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/5e9a41f6687ee/startup-diprediksi-kehilangan-potensi-investasi-rp-463-t-akibat-corona

https://katadata.co.id/desysetyowati/digital/5f2d07d4d9ae8/lima-startup-tutup-layanan-di-indonesia-akibat-pandemi-corona

https://dewabiz.com/8-strategi-bisnis-startup-di-masa-pandemi-covid-19/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *