PENGUMUMAN PEMENANG HADIAH QUITIONER JDV 2014

10/02/2014 info

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih bagi para member JDV yang telah mengisi Quitioner JDV 2014. Ini dia para pengisi quitioner yang beruntung mendapatkan hadiah menarik dari JDV:

1. 20120130387 a.n Rudy Dharsono

2. 20120130446 a.n Danang Waskito

3. 20120130417 a.n Heru Setiawan

4. 201201301087 a.n Rahmawati Nafi’ah

5. 201201341 a.n Elyas Nur Kholik

Selamat yaaaa bagi para pemenang! hadiahnya bisa diambil di Front Office JDV pada hari kerja (Senin-Jumat) jam 08.30-17.00. Yeaay!

Read More

#Jagoongan Episode 14 |Fajar Sinteniki

08/02/2014 #Jagoongan

Selamat pagi Sobat JDV! #Jagoongan kembali hadir bersama Fajar Sinteniki dalam episodenya yang ke 14. Mas Fajar ini merupakan founder dari pasarcepat.com, sebuah startup yang bergerak di bidang market place yang unik karena mampu menghubungkan calon pembeli dengan penjual yang berada di lokasi terdekat. Pasarcepat.com juga termasuk dalam 5 besar Jogja Pitching Competition dalam Jogja Startup Day 2013 lalu.

Menarik karena selain menjadi founder pasarcepat.com, Fajar Sinteniki juga merupakan SEO specialist. Launching pasarcepat.com juga baru dilakukan 3 bulan sebelum berlangsungnya Jogja Startup Day 2013. Tidak kalah menarik, Mas Fajar mengerjakan pasarcepat.com bersama 2 orang temannya yang ternyata tidak berdomisili di Jogja. Apa yang menyebabkan pasarcepat.com berhasil hingga sejauh ini? Yuk tonton #Jagoongan Episode 14!

Read More

Kumpul Kreavi Episode 8: Dari JOGJA Untuk Dunia

05/02/2014 Agenda

meetup kreavi

 

Salah satu program rutin Kreavi, Kumpul Kreavi, kembali diadakan. Pada episode ke-8 kali ini akan bertempat di Jogja Digital Valley. Diskusi dengan tema “Dari Jogja Untuk Dunia” menghadirkan berbagai praktisi kreatif terbaik Indonesia yang sudah merambah ke kancah Internasional, diantaranya:

1. Aditya Nugraha Putra ( Icon and User Interface Designer, Founder and Director Weirdsgn Studio)

2. Perdana Adi Nugroho (Graphic Designer)

3. Heru Prasetyo Jalal (Comic Artist and Photographer)

REGISTRATION DEADLINE
Registrasi ditutup tanggal 13 Februari 2014. Jika quota peserta telah penuh sebelum tanggal tersebut, maka registrasi akan kami tutup. Peserta yang terpilih akan dikirimkan konfirmasi melalui email sebelum tanggal 15 Februari 2014.

Rekan dosen, media, dan praktisi senior yang berminat untuk hadir, kami sambut dengan hangat. Silahkan konfirmasi kehadiran anda melalui : kumpulkreavi.com http://kumpul.kreavi.com/coming/8

 

Read More

#Jagoongan Episode 13 | Dennis Ganda

02/02/2014 #Jagoongan

#Jagoongan hadir kembali! Masih salah satu pemenang Jogja Pitching Competition di Jogja Startup Day 2013, kali ini kami menghadirkan Dennis Adriansyah Ganda. Ia adalah founder Amagine Interactive, sebuah game house yang produknya dapat kita dapatkan di playstore. Mungkin kalian pernah mendengar tentang game yang berjudul “Lompat Karung”, “Plate Breaker”, ataupun “Meme Quiz”? Yaps, itu adalah game-game yang dibuat oleh Amagine Interactive.

Berawal dari hobi bermain game, Dennis bersama teman-temannya menciptakan Amagine Interactive. Meskipun belum cukup besar, namun game house tersebut patut diperhitungkan karena memiliki segudang prestasi. Sebagai bisnis yang baru saja mulai, Amagine Interactive juga sering kali mengalami pasang surut. Apa yang membuat Dennis dan teman-temannya mempertahankan Amagine Interactive? Yuk tonton #Jagoongan episode 13..

Read More

Lintas.Me: Start Up Rangking Satu di Indonesia

29/01/2014 news

Menurut situs www.startupranking.com, Lintas.Me menjadi juara satu di Indonesia mengalahkan begitu banyak start up yang terdaftar. Apakah situs Lintas.Me itu? Dan mengapa begitu banyak orang yang menggandrunginya?

rank

Lintas.Me merupakan sebuah situs social-bookmarking yang ada di Indonesia. Start up ini merupakan hasil inkubasi dari Merah Putih Inc, sebuah incubator dari Djarum yang juga menginkubasi DailySocial dan InfoKost.net. CEOnya adalah David Wayne Ika.

Konsep dasar dari Lintas.Me adalah sebagai situs aggregator konten yang menyediakan banyak sekali konten yang disubmit oleh para blogger. Para blogger ini bisa mendaftar lalu bisa mensubmit link artikel mereka. Melalui Lintas.Me para blogger sekaligus bisa mempromosikan artikel-artikelnya.

Dulunya, Lintas.Me bernama LintasBerita.com. Pada tahun 2011, nama itu diubah menjadi Lintas.Me. Perubahan nama juga disusul dengan perubahan kualitas. Lintas.Me sekaligus bisa mensortir berita berdasarkan kategori yang ada secara spesifik terhadap tiap pengguna sehingga pengguna bisa membaca berita sesuai dengan apa yang mereka sukai.

Lintas.Me, sebagai sebuah start up, kini mampu menyaingi situs-situs berita besar seperti Okezone dan Liputan6. Dari sisi bisnis, Lintas.Me juga sangat menguntungkan dari banyaknya iklan yang dimuat. Setelah setahun dari perubahan nama tersebut, pengiklan naik sebesar 250% dibandingkan tahun…

Read More

Ingin punya bisnis online tapi hanya punya ide? Coba ikuti Indigo Incubator!

28/01/2014 Uncategorized

agbeatcom

Bagi Anda yang ingin menjadi seorang entrepreneur di ranah teknologi Indonesia tapi membutuhkan dukungan dana dan fasilitas, program inkubasi Telkom Group,Indigo Incubator 1, bisa menjadi solusi. Program inkubasi ini sudah masuk ke angkatan keduanya dan sudah membuka tahap registrasi.

Registrasi terbuka untuk dua jenis pendaftaran, yakni proposal dalam bentuk ide saja (produk belum jadi) dan proposal dalam bentuk produk yang sudah jadi. Saat ini registrasi terbuka untuk pendaftaran ide hingga 31 Maret, registrasi untuk produk yang sudah jadi akan dibuka pada tanggal 1 April.

Proses Seleksi Pendanaan

Para peserta akan melewati beberapa tahap seleksi seperti tes tertulis dan wawancara. Setelah itu mereka akan menjalani tahap inkubasi dan pendampingan selama enam bulan bersama dengan Telkom.

Proses seleksi masih berlangsung selama masa inkubasi tersebut. Para peserta yang lolos akan mendapatkan suntikan dana bisnis awal sebesar Rp 250 juta. Dana tersebut akan dibagikan dalam tiga tahap pengembangan produk yang merangkap sebagai tahap seleksi berikutnya: validasi ide, validasi produk, dan validasi model bisnis.

Selama masa inkubasi, para peserta akan mendapatkan berbagai dukungan lainnya dari Telkom seperti fasilitas di co-working space Bandung Digital Valley dan Jogja Digital Valley serta akses ke 150 juta pelanggan Telkom Group yang tersebar…

Read More

FAQ Tentang Indigo Incubator

#nDigital

2067688

Apa yang dimaksud dengan Indigo Incubator?

Indigo Incubator adalah program komprehensif yang didesain khusus untuk mendukung perkembangan startup Indonesia. Output dari program ini adalah entitas bisnis yang memiliki prospek yang baik di tingkat nasional dan global, berbasis produk IT yang disukai oleh pasar.

Fasilitas apa saja yang disediakan oleh Indigo Incubator?

Indigo Incubator disebut program yang komprehensif karena mencakup fasilitas, pendanaan, pendampingan bisnis / mentoring, hingga ke pemasaran. 
Dalam aspek pendanaan, Telkom akan menyediakan seed-capital mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah per startup, sehingga tidak ada lagi kendala keterbatasan modal dalam mengembangkan kreativitas.

Bagaimana cara ikut serta dalam Indigo Incubator?

Dengan mendaftar pada web ini selanjutnya mengirimkan inovasinya (ide/produk/bisnis) sesuai dengan sub kategori. Selanjutnya akan dilakukan seleksi/penilaian oleh tim Juri sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Siapa saja yang berhak ikut serta ?

Seluruh warga negara Indonesia, startup/entrepreneur dengan tim yang solid dan memilki inovasi kreatif digital. Kompetisi ini tidak berlaku bagi karyawan TELKOM.

Apakah boleh membentuk tim lebih dari satu?

Silakan membentuk tim sebanyak-banyaknya sehingga semakin banyak insan-insan  kreatif Indonesia yang bisa unjuk gigi.

Bolehkah memasukan WNA sebagai salah satu anggota tim?

Program Indigo Incubator ini mengutamakan startup lokal, namun bila anggota WNA tersebut bisa membantu agar produk yang dikembangkan nanti bisa berkembang…

Read More

Melihat Lagi Perkembangan Startup di Indonesia

26/01/2014 #nDigital

Perkembangan startup di Indonesia saat ini sangat pesat dan dinamis. Ide yang dihadirkan juga sangat beragam, kreatif, dan berkualitas. Hal ini dikarenakan informasi dan aktivitas terkait dengan pengembangan startup makin banyak dan mudah diakses.

Menurut Andi S. Boediman, direktur Ideosource, ada dua gelombang startup di Indonesia yang cukup menggembirakan. Gelombang pertama, orang-orang yang tadinya bekerja sebagai profesional di perusahaan besar yang kemudian tidak segan-segan masuk ke dunia startup. Gelombang kedua adalah orang-orang Indonesia yang tadinya bekerja di luar negeri, kembali ke Indonesia untuk membangun startup. “Mereka kembali di Indonesia untuk membangun model kewirausahaannya sendiri. Dua gelombang inilah yang menjadi tanda positif dari startup Indonesia,” kata Andi.

Bornevia

Di Indonesia, ada banyak startup yang founder-nya pernah bekerja di perusahaan Silicon Valley (Amerika Serikat). Salah satunya adalah Bornevia, sebuah startup helpdesk berbasis web yang membantu perusahaan menghadapi kesulitan dalam menangani customer support secara online.

Tim Bornevia menjelaskan bahwa situs ini adalah “sebuah CRM customer support dengan direktori kontak yang terintegrasi dan sistem manajemen tiket.“ Dengan Bornevia, pengguna bisa mengintegrasikan media sosial mereka dengan akun email dan menangani interaksi dengan pelanggan mereka di sana. Dua orang yang berada di balik startup ini adalah Benny Tjia…

Read More

#nDigital: Apa Jenis StartUpmu?

#nDigital

Konsumen digital di Indonesia yang makin luas juga membuat banyaknya muncul start up-start up baru di Indonesia. Start up makin lama juga makin beragam dan menjangkau hampir semua aspek kehidupan dan semua kalangan.

startup

Bagi ibu-ibu yang suka belanja barang-barang kebutuhan rumah, ada start up jenis Daily deals and Group commerce yang siap memudahkan belanja. Contohnya adalah melalui LivingSocial dan Groupon. Bagi anak muda yang sangat suka bermain game di handphone, Rovio dan Zynga menjadi start up jenis Mobile gaming yang memfasilitasi kesukaan anak muda itu.  Serta masih ada banyak jenis start up lain yang sudah ada dan masih bisa dikembangkan.

Daftar jenis-jenis start up yang bisa dikembangkan di Indonesia:
1. Photo Sharing: Instagram, Piictu, Pinterest, Sicerely.
2. Social Commerce: Storenvy, Goodsie, Magento.go.
3. Micro hiring: Zaarlu, Fiverr, Craigslist, TaskRabbit.
4. Mobile payments: Google Wallet, Giftly, Square, Intuit, Mobile Card.
5. Education, Teaching, Blackboard killers: Skillshare, TutorSpree, Hoot.me, Coursekit, Coursehorse.
6. Music Sharing: Spotify, Rdio, MOG, Turntable.fm.
7. Last minute bookings: Hotel Tonight, Lifebooker, Savored, ZocDoc.
8. Monthly deliveries: GuyHaus, ManPacsk,m FreshDirect, ShoeDazzle.
9. Video job interviews: Ovia, Skype, Google Hangouts.
10. Making technical things easy for non-techies: Onswipe, Goodsie, Flotype, Onepager.
11. Social eReading experiences: Copia, AppAddictive, BookTracks.
12. Renting everything: GetArround,…

Read More

Startup itu apa sih?

25/01/2014 #nDigital

slide_catchingup

Mendefinisikan start-up sering kali menjadi hal yang sangat sulit. “Lha gimana mau bisa mendefinisikan wong artinya aja masih ga ngerti.” Kira-kira begitulah ucapan sebagian besar pemuda-pemudi Jogja yang sempat saya tanyai beberapa hari ini. Rupanya, istilah ini belum cukup populer dikalangan pemuda-pemudi Jogja.

Menurut Andin Rahmana (@andinrahmana), seorang pemuda yang sedang berkuliah di Jogja dan mengaku sebagai tenaga kerja digital, Startup adalah perusahaan baru yang biasanya bergerak di bidang teknologi informasi dan menggunakan media internet sebagai platform nya. Perusahaan ini menghasilkan produk-produk digital (seperti aplikasi web atau layanan melalui website) dan biasanya isu produknya berhubungan dengan permasalahan sehari-hari. Karena spesifikasi teknologi informasi ini lah kemudian istilah bisnis start-up sering di identikan dengan pekerjaan bagi  tech savvy. Padahal, untuk membuat sebuah bisnis start-up seseorang tidak harus memiliki background sebagai tech savvy asalkan memiliki ide yang out of the box. Sebagai ilustrasi, ide merupakan bahan pokok bagi sebuah bisnis startup, namun bahan pokok tersebut tidak akan menjadi bisnis startup apabila tidak diolah sedemikian rupa dan dimasak hingga matang, dari sini dibutuhkan tenaga ahli seperti tech savvy.

how-to-do-a-startup

Pada dasarnya, membuat startup merupakan hal yang mudah bagi…

Read More