Startup Clinic with NED Studio Edisi Bulan April 2017

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

44aca0d1-8348-405f-8aae-74ca28b75347

Startup Clinic kali ini menghadirkan NED STUDIO yang akan berbagi pengalamannya terkait dengan perkembangan dunia startup khususnya dibidang game development. Dihadiri oleh Leo Pripos Marbun sebagai CEO NED Studio dan Debora L. C. Pakpahan sebagai CFMO, keduanya menjelaskan awal mula berdirinya NED Studio, perkembangannya hingga tantangan menjadi startup terutama dibidang Game Mobile.

Berawal dari niat dan keberanian terjun ke dunia developer game, NED Studio berhasil berkembang dan menjadi salah satu startup inkubator Telkom pada tahun 2014. Berbekal keyakinan akan industri game yang akan terus bertahan diatas perkembangan dunia IT, NED Studio menjadi salah satu startup yang memberanikan diri bergerak dibidang game development. NED Studio berkomitmen untuk mampu terjun dan menjadi salah satu start up game yang cukup berpengaruh, tidak hanya di dalam negeri namun sampai pada level global.

Pada kesempatan ini, NED Studio melihat masalah utama yang hadir di dunia startup game maupun developer game yang ada di Indonesia. Hal ini memuat adanya perbedaan yang besar antara devepoler lokal dengan developer luar negeri yang umumnya lebih berani menciptakan “tren” dari idealisme yang mereka miliki hingga game dapat dicintai dan terus diminati dalam jangka panjang. Sedangkan developer game Indonesia cenderung untuk menciptakan game dengan daya tarik tren tinggi, namun dengan kompleksitas rendah dan mudah tergerus oleh waktu.

Jika dibuat analogi, ini sama halnya ketika kita akan lebih berbondong-bodong untuk membeli makanan yang “nge-hits” meski dengan rasa yang biasa dibandingkan dengan makanan dengan rasa enak dan sehat. Makanan “hits” disini lebih diperuntukkan untuk memenuhi hasrat mendapatkan label “anak hits” dengan mencoba dan membaginya di media sosial dan mendapatkan tanggapan yang beragam. Setelah hal tersebut tercapai, mungkin kita tidak akan lagi mencoba makanan tersebut karena telah terpenenuhinya hasrat dan akan memilih untuk mengkonsumsi makanan yang sesuai, enak dan sehat meskipun hal tersebut bukanlah merupakan makanan yang “nge-hits”. Fenomena seperti inilah yang umumnya banyak terjadi pada pengembangan game di negeri ini, ketika sedang booming, orang akan berbondong-bondong untuk mengunduh serta memainkannya, dan ketika game nyatanya membosankan, tidak memberikan tantangan dan tidak bisa memberikan rasa yang berbeda yang sesuai dengan pengguna akhirnya perlahan ditinggalkan. Inilah yang dimaksudkan oleh NED Studio terkait fenomena perkembangan game yang ada di Indonesia saat ini, yang ternyata tidak sejalan dengan visi mereka dalam mengedepankan kualitas produk dan memberikan pengaruh dalam dunia pengembangan game secara luas.

Lebih khusus, salah satu masalah yang dilihat dan dihadapi oleh NED Studio sebagai developer game adalah bagaimana mampu menelaah, memahami, dan menjiwai keinginan para pengguna game dan bagaimana mampu menciptakan game yang dapat dicintai oleh pengguna game baik lokal maupun internasional. Logika yang dibangun NED Studio dalam hal ini, adalah dengan “mencintai” game yang dia mainkan seorang pengguna akan mau untuk mengikuti perkembangan game secara terus menerus.

Selain membuka kesempatan yang besar untuk semakin dicintai dan menjadi developer game yang “berbeda” diantara developer lain di Indonesia, ini juga merupakan tantangan yang besar untuk menuntun para gamer untuk “jatuh cinta” pada produk yang dikembangkan oleh NED. Selain proses untuk “pendekatan” yang memerlukan budget marketing, rasa percaya dari pengguna merupakan aspek yang dianggap penting oleh NED Studio sebagai jembatan untuk proses “pendekatan” yang mereka lakukan. CEO NED Studio menyatakan, “Kalo kita bisa membuat produk yang bagus, pasti kita akan dipercaya, dan jika kita dipercaya semua dukungan pasti akan datang dengan sendirinya”, ini merupakan salah satu strategi yang diemban oleh NED dalam rangka proses “pendekatan” pada pengguna produknya. Selain itu, dalam proses pendekatan melalui no budget marketing atau marketing yang masih berbasis organik dilakukan NED Studio dalam mengatasi permasalahan modal yang mereka miliki.

Ketika startup lainnya melandaskan diri pada pengembangan secara teknis, NED Studio berfokus pada Tim sebagai strategi pertamanya, disusul dengan produk dan barulah pada proses. Strategi ini disebut NED Studio sebagai “3P” atau People, Product, and Process. Logika yang dibangun menjadi strategi NED Studio ini adalah ketika startup memiliki Tim dengan orang-rang yang baik, cocok, dan bersinergi, maka startup akan mampu untuk mengembangkan produk yang maksimal, dengan proses yang sesuai.

Dari Start Up Clinic bersama NED Studio kali ini, penting untuk memahami bahwa startup terutama dibidang delevoper game tidak hanya butuh untuk menciptakan produk sesuai dengan tren namun bagaimana menciptakan produk idealis yang memiliki kualitas yang mendunia dengan strategi yang tepat.

Selengkapnya Yuk lihat di Channel Youtube Jogja Digital Valley

Jadi, siapa yang akan berbagi pada Start Up Clinic selanjutnya? Tunggu StartupClinic Bulan Depan ya 🙂

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *