Jika Ingin Bertahan, Startup Harus Stop Bakar Uang

Praktik bakar uang yang kerap dilakukan perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi sudah mulai berakhir. Manajemen perusahaan dan termasuk para mitra terkait saat ini justru sudah harus mulai berpikir keberlangsungan usaha secara jangka panjang.

Kini saatnya berpikir bahwa bakar uang akan jadi zero-sum game. Artinya, satu pihak rugi, pihak lain untung. Jadi, ini harus berakhir. Perusahaan yang semula sebagai rintisan kemudian mendapat suntikan investasi besar dari institusi besar sekalipun harus tetap menjalankan praktik tata kelola yang baik.

Hanya dengan good corporate governance (GCG), sebuah perusahaan termasuk startup bisa  bertahan dan terus berkembang dalam jangka panjang.Menghentikan praktik bakar uang bukan sekadar menyelamatkan perusahaan dan para pihak terlibat di dalamnya tetapi juga menyelamatkan industri. Salah satunya untuk mulai mengetahui kebutuhan konsumen secara riil.

Selama masih terdistorsi oleh promo hasil aksi bakar uang, tidak akan pernah ada gambaran sesungguhnya dari para pengguna produk atau jasa perusahaan.Ketika hal tersebut terjadi, bakar uang yang dilakukan tidak akan pernah kembali menjadi sebuah keuntungan.

Contoh nyatanya adalah bagaimana WeWork dan investornya SoftBank harus menerima kegagalan karena terlalu banyak bakar uang. Salah satu imbasnya adalah gagal masuk bursa saham (IPO). Analis menilai model bisnis bakar uang seperti dilakukan WeWork yang merupakan startup asal Amerika Serikat (AS) itu tidak selalu bagus untuk masa depan perusahaan. Setelah kegagalan IPO tersebut, WeWork diisukan menghadapi risiko bangkrut.

Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/era-bakar-uang-mulai-berakhir-startup-harus-perhatikan-gcg-untuk-bertahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *