Inspiring Srikandi di Era Digital Industry

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Menjadi seorang wanita di tengah era industri 4.0 merupakan sebuah tantangan lagi peluang. Di era yang  menggabungkan teknologi digital dengan teknologi siber, kecerdasan buatan dan Internet of things (IoT) kekuatan fisik tidak begitu menjadi acuan. Dengan begitu, mulai lah bermunculan srikandi tanah air yang banyak memberikan kontribusi di bidang teknologi. Berikut beberapa profil wanita Indonesia yang berkecimpung di industri digital saat ini.

  • Maria Regina Anggit Tut Pinilih ( MamiKos, JakPat, Cabaca, Mbak diskon, Girls in Tech )

Siapa yang masih ingat dengan Mbak Diskon? Nah, Maria Regina Anggit Tut Pinilih adalah sosok dibalik Mbak Diskon yang menawarkan deal menarik dengan diskon besar lewat Facebook dan Twitter. Meski banyak digemari, sayangnya bisnis yang didirikan pada 2010 ini hanya bertahan selama dua tahun saja. Wanita yang akrab disapa Anggi kini menjalankan perusahaan IT bernama Gongsin Intenasional. Lewat perusahaannya ini, ia menghadirkan MamiKos -aplikasi pencari kost dan apartemen pertama dan terbesar di Indonesia. Selain itu, alumni MM UGM ini juga menghadirkan JakPat  (Jajak Pendapat), salah satu situs ulasan atau laporan hasil jajak pendapat masyarakat. Hingga di awal tahun 2018, ia pun meluncurkan Cabaca yang merupakan platform publikasi buku digital. Sungguh wanita inspiratif Indonesia, ya!

  • Ken Ratri Iswari (GeekHunter)

GeekHunter adalah startup yang bergerak di bidang rekrutmen tenaga IT. Bersama sahabatnya, Yuni Anggraeni, Ken Ratri Iswari memulai bisnis ini sejak Juli 2013. Selain sebagai konsultan, GeekHunter juga memberikan informasi mengenai lowongan kerja dibidang IT bagi para pencari kerja. Hingga saat ini, GeekHunter telah bermitra dengan lebih dari 50 perusahaan yang 40 persen kliennya merupakan perusahaan asing baik dari Singapura, Amerika, Australia, hingga Korea Selatan.

Tidak hanya itu, GeekHunter sekarang telah memiliki lebih dari 10.000 talent dibidang IT. Ken juga meraih berbagai penghargaan, diantaranya ’30 Under 30 – Young Passionate, and Successful Women’ oleh majalah Cleo, dan menjadi salah satu dari 12 pemenang dalam The Wempy Dyocta Koto Award.

  • Desty Rama Rumondang (Mussy.co)

Berbekal kepedulian terhadap musikus indie yang kadang terpinggirkan, dan kecintaan terhadap dunia musik,salah satu lulusan Teknik Industri Universitas Gadjah Mada Desty Rama Rumondang mendirikan Mussy.co. Platform ini dapat membantu musikus lokal agar lebih mudah diakses para costumer yang membutuhkan jasa live music seperti cafe,wedding, birthday, event, dan lain-lain. Wah, bisa banget nih dicoba!

  • Shinta Nurfauziah (Lemonilo)

Shinta Nurfauziah juga salah satu sosok wanita tangguh yang sukses berkarir di dunia startup Indonesia. Ia adalah CEO dari Lemonilo sebuah ecommerce yang menjual makanan sehat, mulai dari snack sehat sampai katering sehat.

  • Leonika Sari (reblood)

Perempuan yang akrab disapa Leo ini berani mendirikan Redblood—startup yang membantu orang memperoleh donor darah atau mendorong masyarakat menyumbangkan darahnya.

Ia mendirikan startup ini saat usianya baru menginjak tahun ke-22. Ia bersama kerabatnya membangun website ini dengan penuh lika-liku. Namun, jiwa sosialnya yang tinggi membuatnya ia bisa mempertahankan Redblood, hingga berhasil mendapatkan beberapa penghargaan.

  • Fransiska Hadiwidjana (Prelo.id)

Walaupun masih kalah populer dibandingkan dengan William Tanuwijaya atau Achmad Zaky, sosok Fransiska Hadiwidjana layak dapat apresiasi berkat startup yang dirintisnya. Ia awalnya sangat ingin melihat orang-orang memulai kebiasaan memakai barang bekas. Dari keinginannya itu, ia mendirikan startup yang diberi nama Prelo, salah satu platform yang menawarkan konsep jual beli barang bekas dan jasa titip serta sewa.

Fransiska memang pantas disebut wanita muda inspiratif. Tidak hanya masuk daftar 30 Under 30 versi Forbes, namanya juga tercatat dalam website UNESCO. Ia pernah diminta salah satu lembaga di bawah PBB itu untuk menjadi pembicara dalam acara Cracking the Code: Girls’ Education in Stem di Bangkok, Thailand.

Dengan mengusung semangat hari Kartini, mari kita dukung terus pergerakan wanita Indonesia. Semoga kartini-kartini yang lainnya dapat terus bermunculan dan menjadi aset negara yang berharga. Yuk, kunjungi Jogja Digital Valley nya, siapa tau kamu dapat bertemu dengan komunitas wanita Jogja yang bergerak di bidang teknologi juga!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *