FINTECHTALK: From Product to Market

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

17361843_1492466347444007_5474589447299681950_n

Pada 18 Maret 2017 lalu, Jogja Digital Valley mengadakan acara “Fintechtalk: From Product to Market”. Acara ini dihadiri oleh tujuh start-up dan satu korporasi yang berbagi mengenai dunia finansial teknologi.

Diawali oleh Budi Hanoto, dari Bank Indonesia, beliau berbagi mengenai kondisi ekonomi Indonesia dan peran industri teknologi finansial terhadap perekonomian Indonesia. Teknologi ini begitu cepat, dan Bank Indonesia mencoba memfasilitasi para pelaku di industri tersebut. Kecepatan teknologi ini, juga dibahas oleh Saga Iqranegara selaku ketua ADITIF, dimana sekarang sudah tidak banyak orang menggunakan uang kertas (khususnya anak muda), mereka lebih memilih bertransaksi via gadget, misalnya saja penggunaan QR dan EDC Tap meski pembeliannya offline.

Perilaku masyarakat pada saat ini, juga ditangkap oleh Akbar Faisal, selaku Co-Founder SatuLoket. Berdasarkan transaksi di ecommerce-nya, mencatat bahwa sebenarnya, untuk pembelian jumlah kecil (dibawah Rp200.000) masyarakat mulai percaya dan cenderung sering, khususnya untuk transaksi monthly expenses (seperti pembelian pulsa, paket internet dan voucher PLN). Kini masyarakat mulai tidak takut lagi untuk membeli secara online.

Dari segi korporasi dan perbankan, Agus Susanto selaku Region Manager Bank Permata area Jateng DIY mengemukakan bahwa perbankan juga harus terus berinovasi agar dapat terus bersaing. Untuk di industri perbankan sendiri, segala sesuatunya diatur oleh bank Indonesia dan jika salah-salah mengeluarkan inovasi, akan berdampak pada perekonomian nasional.

Kerumitan ini juga ditangkap oleh Tjiputra Yapeter (Founder ColekBayar) dan Reza Rudyanto (VP Engineering DIMOPAY). Menurut Tjiputra, untuk mengembangkan Fintech, tidak hanya dipikirkan teknologinya, namun juga market dan community. Di sisi teknologi, membangun FINTECH tidak semudah website lainnya. Reza Rudyanto mengemukakan bahwa bermain di FINTECH harus punya arsitektur teknologi yang bagus, secure, dan trust, yang ini pada umumnya tidak bisa secara mudah di-outsource-kan kepada pihak ketiga.

Inovasi finansial teknologi dan peluangnya, ditangkap oleh beberapa start-up seperti ANGON, Virtupeer, SharQ. JIka ANGON bermain pada investasi secara crowdfunding, Virtupeer bermain di cryptocurrency, dan SharQ bermain di cicilan secara syariah.

 

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *