Era Ekonomi Kreatif dan Peluang Masa Depan Indonesia

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

desain_artikel-web-1

Ekonomi kreatif muncul karena era informasi yang  berlimpah, menjadikan kreativitas yang mengandalkan ide dan pengetahuan menjadi bahan baku utama dari terciptanya proses ekonomi. Di Indonesia sendiri, ekonomi kreatif telah menyasar pada skala UMKM. Pengembangan Ekonomi tidak lagi hanya berpaku pada kegiatan produksi barang atau jasa industri yang faktor produksinya utamanya dalah  bahan baku materi mentah. Muncul pergeseran ekonomi yang menjadikan seni, musik, makanan, budaya dan pariwisata menjadi ide atau gagasan yang merupakan bahan baku dalam era yang kita sebut sebagai ekonomi kreatif, dimana sinergitas dan kolaborasi berbagai sektor merupakan suatu kebutuhan.

Istilah “Ekonomi Kreatif” mulai dikenal secara global sejak munculnya buku “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas” (2001) oleh John Howkins. Dalam bukunya, ia menyatakan bahwa ‘ide’ saat ini merupakan hal berharga, sehingga munculah apa yang dinamakan dengan Hak Kekayaan Intelektual.

Ekonomi kreatif sendiri bertujuan meningkatan pendapatan, menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan ekspor, keragaman budaya, dan pengembangan manusia. Selain itu ide yang diproduksi memiliki tujuan yang tidak terbatas dalam bidang tertentu. Menyertakan aspek sosial, budaya, dan ekonomi dalam pengembangan teknologi, Hak Kekayaan Intelektual, dan pariwisata merupaka kunci dalam kesuksesan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif dapat menjadi wadah dalam menghubungkan berbagai bidang aktivitas ekonomi yang saling bekerjasama.

Upaya mewujudkan ekonomi kreatif, memerlukan kolaborasi antara berbagai pihak antara lain kaum intelektual, dunia usaha, dan pemerintah yang menjadi stakeholders yang berbasis pada ide atau gagasan.

Pencapaian sektor ekonomi kreatif di Indonesia pada tahun 2018 lalu, didorong oleh tingginya penetrasi internet dan teknologi digital di Indonesia. Ada 143,26 juta pengguna internet di Indonesia yang 63,5% diantaranya melakukan transaksi online. Selain itu ada 130 juta orang di Indonesia yang mnggunakan media sosial. Hal tersebut selain berhasil meningkatkan pencapaian ekonomi kreatif di Indonesia pada tahun 2018 juga berhasil membuat Indonesia mencatatkan empat start-up sebagai unicorn dari tujuh unicorn yang ada di kawasan Asia Tenggara (Bekraf, 2018)

Keberhasilan tersebut tentunya tidak akan tercapai tanpa melibatkan aspek masyarakat beserta potensi keberagaman budayanya. Mulai dari kesadaran pentingnya teknologi, potensi keberagaman dan keunikan budaya Indonesia selalu bisa dijadikan ide segar.

Tunggu apa lagi?  Yuk gali potensi keunikan Indonesia dan ciptakan  kreativitas! (/Afn)

Sumber :

https://bapenda.jabarprov.go.id/2017/05/24/apa-itu-ekonomi-kreatif/

http://indonesiakreatif.bekraf.go.id/ikpro/programs/apa-itu-ekonomi-kreatif/

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *