BIZTALK #14: DIGITAL BUSINESS OUTLOOK 2018

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

24852491_10210650734809354_7421486509721140480_n

Tahun baru selalu memberikan harapan baru bagi para pelaku bisnis dan teknologi. Dengan memulai kalender tahunan yang baru, banyak resolusi, produk baru ataupun program baru yang akan dihadirkan kepada para pelanggan atau masyarakat luas. Demikian juga dengan bisnis di lingkup digital. Bisnis rintisan di bidang digital teknologi, selalu bepacu dengan waktu karena perputaran teknologi sangat cepat. Presisi mengenai inovasi dan teknologi apa yang akan diluncurkan, menjadi sangat penting bagi para pelaku bisnis di dunia digital.

BIZTALK #14: Digital Business & Startup Outlook 2018 pada Jumat, 8 Desember 2017 lalu di Jogja Digital Valley, dihadiri oleh para pelaku bisnis digital dan teknologi. Pada kali ini, Rendy Maulana (CEO dari Qwords.com) dan Rizkinova P. M. (Technical Founder dari Skyshi.com) berbagi pandangannya mengenai tren yang akan ada di tahun 2018. Selain itu, hadir juga Saga Iqranegara (Ketua ADITIF), Larry Chua (Founder Caption Hospitality), dan Bagus Panuntun (Ekonom UII)

Menurut Rizki, di tahun 2018, tidak banyak start-up yang akan muncul ataupun teknologi terbaru yang hadir di Indonesia. Para pelaku teknologi di tahun 2018 akan lebih berfokus pada business improvement, dan peningkatan kapasitas teknologi, sehingga mungkin big data akan banyak bermain dalam lingkup ini.

Selanjutnya, dari segi bisnis, Rendy Maulana, juga memiliki pandangan tersendiri. Sependapat dengan Rizqi, tahun 2018 tidak akan banyak start-up baru yang muncul. Tahun 2018, perekonomian Indonesia akan melambat, dikarenakan tahun depan akan banyak Pilkada dan persiapan Pilpres 2019, sehingga atensi masyarakat akan lebih banyak kearah sana. Disini, para pelaku bisnis juga akan banyak melakukan perbaikan dari segi manajemen. Rendy juga menyarankan untuk tahan dulu bagi bisnis yang akan berekspansi karena tahun ini penuh ketidakpastian.

Larry Chua, sebagai pelaku bisnis internasional, juga memiliki pendapat di tahun 2018 ini. Di tahun ini perlu adanya perbaikan dari ekosistem digital. Larry menyadari bahwa tahun ini (2017) minat masyarakat untuk mencoba layanan digital dan talenta yang ada menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Ini juga yang menyebabkan daya beli menurun, serta inovasi yang muncul untuk start-up di Indonesia berkurang.

Menyambung permasalahan supply-demand di Indonesia kali ini, Bagus Panuntun berpendapat lebih kepada perilaku masyarakat dalam berbelanja. Sekarang ini, generasi Y lebih selektif dalam mencoba layanan ataupun menggunakan layanan. Ketika dulu orang membeli barang sesuai kebutuhan, kini mereka (yang market didominasi generasi Y) tidak hanya asal membeli barang, namun juga memperhatikan kualitas dan prestis penggunaan. Jadi masyarakat lebih mending “tahan dulu beli barang”, “nabung dulu”, dan “beli yang bagus sekalian di masa mendatang”.

Dalam BIZTALK kali ini, dapat disimpulkan bahwa tahun 2018 akan menjadi tahun yang mengalami perlambatan dari segi perekonomian, namun harus tetap optimis.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *